A. PENGERTIAN GRAVITASI
Gravitasi adalah gaya tarik-menerik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta. Gravitasi matahari mengakibatkan benda-benda langit berada pada orbit masing-masing dalam mengitari matahari . Fisika modern mendeskripsikan gravitasi menggunakan teori relativitas umum dari einstien namun hukum gravitasi universal newton yang lebih sederhana merupakan hampiran yang cukup akurat dalam kebanyakan kasus.
Sebagai contoh, bumi yang memiliki massa yang sangat besar menghasilkan gaya gravitasi yang
sangat besar untuk menarik benda-benda di sekitarnya, termasuk mahluk hidup , dan benda-benda yang ada di bumi. Gaya gravitasi ini juga menarik benda-benda yang ada di luar angkasa, seperti bulan, meteor dan benda angkasa lainnya, termasuk satelit buatan manusia.
B. LATAR BELAKANG SEJARAH
Cerita di balik fisikawan Inggris Isaac Newton (1642-1727) penemuan
gaya gravitasi adalah salah satu yang paling menarik di seluruh ilmu
pengetahuan. Ini dimulai di Yunani kuno pada periode dari keenam abad
ketiga SM Selama waktu itu, sejumlah filsuf Yunani berusaha untuk
menjelaskan pengamatan umum dari alam dunia-seperti fakta bahwa sebagian
besar benda jatuh ke tanah jika mereka tidak mengangkat dalam beberapa
cara.
Aristoteles. Di antara penjelasan yang dikembangkan untuk
kecenderungan ini adalah salah satu yang ditawarkan oleh filsuf Yunani
Aristoteles (384-322 SM). Aristoteles mengembangkan skema besar filsafat
alam yang menyatakan bahwa semua benda “milik” di satu tempat atau yang
lain.
Panas milik di atmosfer karena awalnya berasal dari Matahari (seperti
Aristoteles mengajarkan).
Untuk itu, panas naik. Benda jatuh ke
permukaan bumi, Aristoteles mengatakan, karena di situlah “bersahaja”
benda milik. Filsafat Aristoteles merupakan upaya untuk menjelaskan
mengapa benda jatuh.
C. Hukum-hukum dalam Gravitasi
1. Hukum pertama : setiap benda akan memiliki kecepatan yang konstan kecuali ada gaya
yang resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut. Berarti jika resultan
gaya nol, maka pusat massa dari suatu benda tetap diam, atau bergerak dengan
kecepatan konstan (tidak mengalami percepatan).
2 . Hukumkedua : sebuah benda dengan massa M mengalami gaya resultan sebesar F akan
mengalami percepatan a yang arahnya sama dengan arah gaya, dan besarnya
berbanding lurus terhadap F dan berbanding terbalik terhadap M. atau F=Ma. Bisa
juga diartikan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan turunan
dari momentum linear benda tersebut terhadap waktu.
3.hukum ketiga : gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama,
dengan arah terbalik, dan segaris. Artinya jika ada benda A yang memberi gaya
sebesar F pada benda B, maka benda B akan memberi gaya sebesar –F kepada benda
A. F dan –F memiliki besar yang sama namun arahnya berbeda. Hukum ini juga
terkenal sebagai hukum aksi-reaksi, dengan F disebut sebagai aksi dan –F adalah
reaksinya.
D. Aplikasi Hukum Gravitasi
D. Aplikasi Hukum Gravitasi
Berdasarkan hukum gravitasi Newton, data-data tersebut digunakan
untuk menghitung besaran lain tentang benda ruang angkasa yang tidak
mungkin diukur dalam laboratorium.
a. Menghitung
Massa Bumi
Massa
bumi dapat dihitung dengan menggunakan nilai G yang telah diperoleh dari
percobaan Cavendish. Anggap massa bumi M dan jari-jari bumi R = 6,37 106
m (bumi dianggap bulat sempurna). Berdasarkan rumus percepatan gravitasi bumi,
kita dapat menghitung besarnya massa bumi.
b. Menghitung
Massa Matahari
Jari-jari rata-rata orbit bumi rB = 1,5 ×
1011 m dan periode bumi dalam mengelilingi matahari TB = 1 tahun = 3 × 107 s.
berdasarkan kedua hal tersebut serta dengan menyamakan gaya matahari dan gaya
sentripetal bumi, maka dapat diperkirakan massa matahari.
c. Menghitung
Kecepatan Satelit
Suatu
benda yang bergerak mengelilingi benda lain yang bermassa lebih besar dinamakan
satelit, misalnya bulan adalah satelit bumi. Sekarang banyak satelit buatan
diluncurkan untuk keperluan komunikasi, militer, dan riset teknologi. Untuk
menghitung kecepatan satelit dapat digunakan dua cara, yaitu hokum gravitasi
dan gaya sentrifugal.
- Menghitung
kecepatan satelit menggunakan hokum gravitasi
Anggap suatu satelit bermassa m bergerak
melingkar mengelilingi bumi pada ketinggian h dari permukaan bumi. Massa bumi M
dan jari-jari bumi R. disini gaya yang bekerja pada satelit adalah gaya
gravitasi.
· Menghitung
kecepatan satelit menggunakan gaya sentrifugal
Sebuah satelit memilki orbit melingkar,
sehingga dalam acuan ini, satelit akan merasakan gaya sentrifugal (mv2/r2).
Gaya sentrifugal muncul karena pengamatan dilakukan dalam system non inersial
(system yang dipercepat, yaitu satelit). Gaya sentrifugal besarnya sama dengan
gaya gravitasi.
d.Menghitung
Jarak Orbit Sateli Bumi
Apabila satelit berada pada
jarak r dari pusat bumi, maka kelajuan satelit saat mengorbit bumi dapat
dihitung dengan menyamakan gaya gravitasi satelit dan gaya sentripetalnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar